TUPOKSI Energi Ketenaga Listrikan

  • Bidang Energi dan Ketenagalistrikan dipimpin oleh Kepala Bidang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.
  • Bidang Energi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan di bidang Energi dan Ketenagalistrikan.
  • Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bidang Energi dan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi :
  1. pelaksanaan inventarisasi energi dan ketenagalistrikan;
  2. pengelolaan energi non migas kecuali bahan radioaktif pada wilayah laut sampai dengan 4 mil;
  3. pelaksanaan fasilitasi bidang energi dan ketenagalistrikan;
  4. pengembangan dan pemanfaatan energi dan ketenaglistrikan;
  5. penyelenggaraan perijinan bidang energi dan ketenagalistrikan;
  6. monitoring, evaluasi pendayagunaan energi dan ketenagalistrikan;
  7. pengawasan dan pengendalian pengguna energi dan ketenagalistrikan;
  8. penyusunan laporan kegiatan di bidang tugasnya;
  9. pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.
  • Seksi Energi dipimpin oleh Kepala Seksi berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan.
  • Seksi Energi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan energi.
  • Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Seksi Energi menyelenggarakan fungsi :
    1. penyiapan database energi;
    2. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan kebijakan Pemerintah Daerah di bidang energi;
    3. penghitungan produksi dan realisasi lifting minyak bumi dan gas bumi bersama pemerintah;
    4. pemberian rekomendasi penggunaan wilayah kerja kontrak kerja sama untuk kegiatan lain diluar kegiatan migas;
    5. fasilitasi pemberian izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan di sub sektor migas;
    6. pengelolaan perijinan sumber energi dan ketenagalistrikan;
    7. pengawasan pengendalian kualitas bahan bakar minyak dan pemantauan penyediaan kebutuhan bahan bakar minyak;
    8. pemberian rekomendasi lokasi pendirian kilang dan tempat penyimpanan migas, serta pemberian izin lokasi pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU);
    9. pemberian rekomendasi pendirian gudang bahan peledak dalam rangka kegiatan usaha migas di daerah operasi daratan dan di daerah operasi pada wilayah daerah dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi;
    10. pengangkatan dan pembinaan inspektur migas serta pembinaan jabatan fungsional;
    11. penyertaan dan atau fasilitasi penyelenggaraan assesment bekerjasama dengan lembaga assesment DESDM;
    12. penyusunan kebutuhan dan penyelenggaraan diklat teknis dan fungsional tertentu sektor energi dan sumber daya mineral;
    13. pemberian ijin pembangkitan;
    14. penyusunan laporan kegiatan di bidang tugasnya;
    15. pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.
  • Seksi Ketenagalistrikan dipimpin oleh Kepala Seksi berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan.
  • Seksi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan pemanfaatan ketenagalistrikan.
  • Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Seksi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi :
    1. penyiapan database ketenagalistrikan;
    2. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan kebijakan Pemerintah Daerah di bidang ketenagalistrikan;
    3. fasilitasi pemberian IUKU;
    4. pengelolaan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU);
    5. pengaturan harga jual tenaga listrik kepada pemegang IUKU;
    6. fasilitasi pemberian IUKS;
    7. pemberian persetujuan penjualan kelebihan tenaga listrik oleh pemegang IUKS kepada pemegang IUKS;
    8. fasilitasi pemberian izin usaha jasa penunjang tenaga listrik bagi badan usaha dalam negeri mayoritas sahamnya dimiliki oleh penanam modal dalam negeri;
    9. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan usaha ketenagalistrikan;
    10. fasilitasi penyediaan listrik perdesaan;
    11. pengangkatan dan pembinaan inspektur ketenagalistrikan serta pembinaan jabatan fungsional daerah;
    12. monitoring, evaluasi pembangunan di bidang ketenagalistrikan;
    13. pengawasan dan pengendalian pembangunan di bidang ketenagalistrikan;
    14. penyusunan laporan kegiatan di bidang tugasnya;
    15. pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.